Minggu, 20 Januari 2013

Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang  berbentuk tabung dengan diameter ± 2 cm sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung.Kerongkongan tersusun oleh dua pertiga otot polos dan sepertiga otot lurik. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung, sebelum ke kerongkongan, pada pangkal tenggorokan terdapat katup yang mengatur masuknya makanan dan udara ketubuh kita, ketika menelan makanan katup akan menutup jalan masuk ke tenggorokan agar tidak masuk ke dalam saluran pernafasan,namun biasanya ada partikel kecil makanan yang masuk kedalam saluran pernafasan, akibat nya kita secara otomatis akan batuk atau tersedak.
Bagian dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan untuk menjaga agar bolus menjadi basah dan licin Akan tetapi, kerongkongan ini tidak menghasilkan enzim pencernaan. Keadaan ini akan mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan.
Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar.gerak peristaltik yaitu gerak menekan makanan oleh kerongkongan agar ter dorong kelambung.
Disfagia adalah kesulitan menelan. Seseorang dapat mengalami kesulitan menggerakan makanan dari bagian atas tenggorokan ke dalam kerongkongan karena adanya kelainan di tenggorokan.

 Kanker esophagus adalah kanker yang mengacu pada setiap bagian di sel jaringan kerongkongan, Jenis kanker esophagus dapat dibagi menjadi empat, yang paling umum adalah karsinoma sel skuamosa, menyumbang lebih dari 90% dari proses perkembangan kanker. Penyebab kanker esophagus adalah pola hidup, kesehatan tubuh, faktor genetic, faktor lain yang menjadi kompleks, dalam jangka waktu yang panjang atau pola makan dapat memicu penyakit kanker esophagus. Terutama: 1. Makanan yang mengandung banyak nitrosamine, seperti makanan berjamur atau acar; 2. Terus menerus mengkonsumsi yang panas, seperti minum minuman yang panas, atau makan makanan yang panas; 3. Kebiasaan buruk seperti merokok, minum minuman keras, dan lain-lainPengobatan dapat disesuaikan dengan penyakit itu sendiri atau dengan cara yang dipadukan,
1.  Operasi
2.  Radioterapi: digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan tumornya, atau sesudah operasi untuk memberantas sisa-sisa sel setelah operasi.
3.  Kemoterapi: dapat dikombinasikan dengan radioterapi untuk memberantas sel kanker.
4.  Terapi photodynamic: bahan fotosensitif dan kemajuan teknologi endoskopi dalam beberapa tahun terakhir




0 comments:

blog juga butuh swag

Search

Memuat...

Pengikut